Militan Gadungan

Terdengar suara seperti serdadu
Ternyata bukan
Hanya lalu lalang para Bandar berjanji palsu

Terdengar suara seperti peluru
Ternyata bukan
Hanya amunisi kosong yang gagah dibalik baju

Kata mu rindu
Namun kau masih malu – malu
Kata mu pilu
Namun kau selalu berpaling dan berlalu

Tercium bau seperti mesiu
Ternyata bukan
Hanya proyektil kacangan berbahan terigu

Terdengar suara seperti meriam
Namun hakikatnya hanyalah Remuk redam

Matamu merah padam
Namun kebenaran terus kau pendam
Wajahmu kian lebam
Namun kau malah berbalik arah dan tenggelam

Oh wahai budak Istana..
Terbangunlah dari Ninabobo dan dongeng Cinderela-mu..

Advertisements
Tagged , , , , ,

1000 bulan

Lailatul Qadar

1 malam equivalen 1000 bulan

Sayap – sayap malaikat memenuhi bumi
untuk mengatur segala urusan

Mencatat keluh kesah jiwa jiwa yang bermunajad

Berburulah . .

Tagged , , ,

Sajak Badai Api

Masa kejatuhan  raja-raja bersimbah darah
Lewat hukuman cambuk buas cemeti langit
Membelah barisan yang zahir  dan yang majhul
Wanginya tercium hingga ke segala ufuk.

Demi Dzat yang maha mengawasi
Demi utara, timur, barat, dan selatan.

Inilah Manhaj Nubuwwah..

Sungguh tidak ada yang menegakkan Durus kecuali ahlus sunnah
Tidaklah ada yg memberikan Taklim kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang setia mengolah harta, pakaian, dan emas selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menghaluskan qalbu lewat adab-ahlak selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang meremukkan tengkorak tawaghit kecuali ahlu sunnah

Yang dengannya keadilan memenuhi segala penjuru mata angin
Lalu telah berdusta lah mereka yang berhujjah tanpa istinbath
Yang condong dengan satu pendirian dan enggan bertasamuh

Sungguh ia telah berkata benar
bagi yang men-takfir dengan tashil dan men-tahzir dengan waqi
atau ia bertawaquf dan menahan lisannya
sementara disekelilingnya bergelimang syubhat muwalah lagi mumtani

Itulah yang menjadi pembeda
antara mukmin dan mujrim..

Yang berbuat ma’ruf pada karib kerabat
dan mendamaikan yang berseteru
Yang membedakan antara tegak hujjah dan faham hujjah

Tiadalah bersedih hati bagi yang menyeru kepada Al-Hanifiyah
selama ada yakfur bi thaghut seberat zarah

Reinkarnasi Milah Ibrahim lewat warisan Superstate..
Sebuah mahakarya dari para penghafal Al-Anfal & At Taubah..

Menyambut Badai Api..
Menerjang Halilintar..

Mengukir prestasi

Tagged , , , , ,

Senandung Pembebasan

Senandung Pembebasan

Pembebasan dari penjajahan manusia terhadap sesama manusia
Pembebasan dari sekat-sekat, ide-ide, budaya, suku-bangsa, batas teritorial,
yang  bersumber dari buah pikir manusia.

Seperti yang dilakukan para pendahulu kita.

Dari warisan para ksatria
yang berangkat dari semangat yang sama

Dari cucu-cucu Diponegoro, Cut Nyak Dien,
hingga Abu Wardah

yang mereka mencintai tanah..
mencintai air..
tidak lebih dari mencintai dua kalimat syahadat

Tagged , , , ,

Cemeti  Jiwa

Saat malam merambat kelam

Memadu kasih bersama lembaran hikayat
Bercumbu mesra dengan lantunan sholawat

Saat hati & pengelihatan menjadi goncang
Dan lidah – lidah menjadi bungkam

Apa yang membuat diri merasa aman?

Sementara orang-orang muhsin
meniti jalan iman dengan khauf & roja

Ketika hakikat ‘Dien’ diterjemahkan
kedalam berbagai definisi
Sesuai selera
dan menjadi banyak versi

Sungguh,
Setiap paragraf akan dipertanggungjawabkan
dihadapan cemeti – cemeti  Malakul Jahim

Tagged , , , ,

Bukti Yang Nyata

Dan petir petir pun bertasbih
Lalu bersajak
Menyusun kata menjadi paragraf menjadi narasi
dan menjelma menjadi belati

Tatkala kultur warisan menjadi laten.
Dan kau justifikasi secara permanen
Tatkala argumentasi tak mampu membantah aksara
dan kaupun tersadar ada yang tak bisa diselesaikan
dengan lobi & secangkir kopi

Kita memang tidak sedang bersujud pada Yaghuts & Ya`ûq.
Atau Amon Ra & Paraoh.
Namun berhala hari ini adalah berupa Ausan & Ansab
yang berwujud sihir pada mimbar-mimbar ‘leadership training’
Berupa gapura & tugu – tugu yg disakralkan
adat istiadat-karuhun yang dikitabkan
pepatah para bandar dan priyai yg dikultuskan
Lantas menjadi pameo untuk
membangun tatanan tanpa nilai, tanpa aturan,
tanpa tuntunan
diatas lembaran konstitusi dari rahim rahib rahib pagan

Dan dilegitimasi melalui stasiun2 pemancar
berupa khutbah – khutbah palsu yg menjadikan
para pemirsanya menjadi murtad
Lalu menuding mereka yang di arena juang
dengan stempel sesat

Maka saksikanlah…
Musim gugur yg sedang bergilir
Gelombang hijrah yg bergemuruh
Riuh, dan berbondong-bondong

Hingga kita akan saksikan
Gedung gedung tinggi di Tokyo,
di White House, di Buckinghamp Palace
Akan memutarkan lagu nasyid ‘ummati qad laha fajrun’
tanpa mereka faham terjemahan nya

Inilah
Bukti yang nyata,
Bagi jiwa yang beriman.

Tagged , ,

Pesan Matahari

Wajah wajah muram memandang nanar
ufuk cakrawala yang kian terik

Jikalau manusia tahu panasnya kemarau
hanya 0,000% dari panasnya cambuk cambuk api Zabaniyah.

Yang disabetkan dengan ganas
kepada jiwa jiwa yang buas
kepada para perusak akidah

Pesan Matahari kepada Bumi

Tagged , , , ,