Download PDF Al-Bidayah Wa Nihayah

Judul: Al-Bidayah Wa Nihayah
Karya: Ibnu Katsir

DOWNLOAD

 

Advertisements

Syair Islami

Gerbang Kemenangan
Telah dekat masa nya
Seorang ibu ramai membelikan khimar
untuk anak gadisnya yang baru saja haid

Lalu,
Seorang pria akan berjalan lebih kencang
menuju majelis ilmu,
lebih kencang dari kurir barang

Dan,
Meja-meja rapat umum pemegang saham pun
akan diselingi obrolan arbab dan thaghut
dari lisan para CEO mereka

Sungguh telah dekat masa nya
Muslim-muslim Patani, Gaza, Poso, Mindanau, Rohingnya,
Akan memungut pajak pada kaum kuffar
sehingga mereka dalam keadaan hina

Biidznillah..

Syair Islami

SIKLUS ANGKARA
Dari bilik dursila
Aku lumuri beranda maya ini
dengan sumpah serapah
Dari sudut ruang leta
Aku cemari halaman digital ini
dengan kutukan
Tak apa, biarkanlah saja sang pendosa ini meracau
Agar tumpah resah gelisah
dan kita bisa berbicara blak-blak’an.

Wahai para raja.
Para komandan beserta kontingennya.
Para saudagar beserta kafilah-kafilahnya.

Aku akan bercerita tentang sebuah kondisi
dimana kita sudah sama-sama tahu.
Aku akan menuliskan sebuah gambaran
yang kunamakan “Siklus Angkara”
Demi dzat yang maha cepat
perhitungannya..
Telah berlalu waktu-waktu yang penuh kerusakan
Di segala sudut darat, air, dan udara
Dimulai dari dekonstruksi moral, proxy war, eliminasi sejarah,
hingga pemurtadan tanpa sadar.
Kau bilang ini negeri di awan
Sambil kau simak berita di tv favoritmu
prihal pemboikotan masjid dan pembubaran pengajian

Kau sebut ini baldlatun tayibatun
Lalu esok harinya isterimu ngamuk-ngamuk
karena uang belanja habis seminggu setelah gajian
Prinsip mu final dan harga mati!
Walau setiap hari kau habiskan waktu
bersama bau amis ketek orang-orang
dalam commuter line

Lalu berlombalah manusia
dalam mata pencaharian
Dalam pembangunan dan teknologi
Hingga gadget yang mereka genggam
lebih prioritas dari tangisan anak
dan mereka klaim itu sebagai perbaikan
namun sejatinya ia menjadi mesin penghancur peradaban

Kemudian terciptalah
agama-agama baru hari ini
Dimana materialisme menjadi sakral
dan ucapan seorang yang daif menjadi kudus
Kebenaran dipatok dari IPK, seragam almamater, dan
seberapa sanggup kau capai target perusahaan

Semua yang kita ucapkan tentang uang,
skill, projek akhir tahun,
habiskan anggaran!

Dan kita kenyang!

Wahai para cendekia
Para diplomat beserta diwan-diwannya

Para musyrif beserta syababnya

Saksikanlah ratusan juta jiwa dibius lena
Sebagiannya lagi ingin lepas
dari doktrin post Utilitarian
Dimana hospitality dan perlakuan khusus
dipatok dari seberapa banyak
kau punya value dan punya fulus
Tidak untuk dogma-mu !
Singkirkan kesolehanmu di depan
ruang meeting!
Ini dunia profesional bung’
Kamu hina..Kamu anjing!
Yaa saikh kami,
pesan kami dari seorang yang fajir
yang tak lihai berbicara di atas mimbar
sampaikanlah..fahamkanlah..
Bahwa pemutus siklus itu bernama “Syariat”Sebuah sistem yang meruntuhkan
nafsu angkara.
Sistem yang membebaskan
para mukhlisin dari borgol ansharut thaghut.
Sistem yang membebaskan ummat manusia
dari belenggu sihir korporasi
Dan ketika sampai waktu dimana bertemunya dua pasukan.
Maka itulah saat yang tepat untuk
memutus siklus
Seperti yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita.
Para pionir pewaris sistem nubuwwah
Lewat barisan lelaki yang menghunus besi dengan bagas.
yang cemerlang dan tidak lemah akal.
Berbahagialah bagi mereka yang menyambutnya..

Apa Itu Syubhat?

Diantara perkara yang terang dan gelap, ditengah-tengahnya ada Syubhat.
Menurut definisi syar’ie Syubhat adalah ketidakjelasan atau kesamaran.

Seorang muslim yang baik seyogyanya sangat berhati-hati dalam perkara halal-haram, sunnah-bid’ah, iman-kufur.
Mereka yang mengamalkan kehati-hatian dalam perkara tersebut dikategorikan sebagai muslim yang wara.
Perkara yang Syubhat/samar dianjurkan untuk ditinggalkan sampai ia mengetahui hukum jelasnya dari sumber ilmu yang shahih dan valid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى  الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ  لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ   مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ  أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (HR. Bukhari dan Muslim)