Cahaya

Pada setiap perjalanan mencari cahaya
selalu diiringi dengan kegelapan.
Seperti perpindahan siang & malam
yg selalu berputar setia

Dan di pergilirkannya cahaya itu pada tiap – tiap ufuk
Hingga kita mampu mengerti bahwa
hitam & putih itu memang fitrah adanya

Cahaya . .

Setiap kita dibuat bingung mencari nya dikala siang . .
Terang benderang.

Terkadang ingin berhenti sejenak . . sekedar menepi
namun gelap selalu mengancam
Terbayang nikmatnya mereka yg selalu menikmati siang dan terlelap
damai dikala gelap

Namun aku pun terus bergerak, meretas detik
dengan hikmah..

“Dan Al-Qur’an itu Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau
membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami
menurunkannya secara bertahap”
(Al-Isra – 17: 106)

Hingga untaian kata ‘Rahmatan Lil Alamin’ itu dapat aku
genggam dengan bangga dihadapan penitip Nasib

Pada akhirnya.. jawaban itu akan tersingkap
Bahwa gelap bukanlah suatu pilihan.
Ya.. akan ku katakan dengan lantang..
Bahwa gelap adalah suatu ‘kondisi’ dimana ketiadaan cahaya
pada suatu sudut ruang.

Ruang – ruang semesta yg harusnya kau nyalakan
dengan kalam yang maha Kekal.
Sebelum gelap melenyap hilang ditelan hari yang akan selalu Siang..

“Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkanya (di dalam dadamu)
dan membacakannya. Apabila Kami telah selesai membacakannya,
maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan
menjelaskan (maknanya)”.
(Al-Qiyamah-75: 16-19)

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: