Tag Archives: bogor

Sajak Badai Api

Masa kejatuhan  raja-raja bersimbah darah
Lewat hukuman cambuk buas cemeti langit
Membelah barisan yang zahir  dan yang majhul
Wanginya tercium hingga ke segala ufuk.

Demi Dzat yang maha mengawasi
Demi utara, timur, barat, dan selatan.

Inilah Manhaj Nubuwwah..

Sungguh tidak ada yang menegakkan Durus kecuali ahlus sunnah
Tidaklah ada yg memberikan Taklim kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang setia mengolah harta, pakaian, dan emas selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menghaluskan qalbu lewat adab-ahlak selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang meremukkan tengkorak tawaghit kecuali ahlu sunnah

Yang dengannya keadilan memenuhi segala penjuru mata angin
Lalu telah berdusta lah mereka yang berhujjah tanpa istinbath
Yang condong dengan satu pendirian dan enggan bertasamuh

Sungguh ia telah berkata benar
bagi yang men-takfir dengan tashil dan men-tahzir dengan waqi
atau ia bertawaquf dan menahan lisannya
sementara disekelilingnya bergelimang syubhat muwalah lagi mumtani

Itulah yang menjadi pembeda
antara mukmin dan mujrim..

Yang berbuat ma’ruf pada karib kerabat
dan mendamaikan yang berseteru
Yang membedakan antara tegak hujjah dan faham hujjah

Tiadalah bersedih hati bagi yang menyeru kepada Al-Hanifiyah
selama ada yakfur bi thaghut seberat zarah

Reinkarnasi Milah Ibrahim lewat warisan Superstate..
Sebuah mahakarya dari para penghafal Al-Anfal & At Taubah..

Menyambut Badai Api..
Menerjang Halilintar..

Mengukir prestasi

Advertisements
Tagged , , , , ,

Cemeti  Jiwa

Saat malam merambat kelam

Memadu kasih bersama lembaran hikayat
Bercumbu mesra dengan lantunan sholawat

Saat hati & pengelihatan menjadi goncang
Dan lidah – lidah menjadi bungkam

Apa yang membuat diri merasa aman?

Sementara orang-orang muhsin
meniti jalan iman dengan khauf & roja

Ketika hakikat ‘Dien’ diterjemahkan
kedalam berbagai definisi
Sesuai selera
dan menjadi banyak versi

Sungguh,
Setiap paragraf akan dipertanggungjawabkan
dihadapan cemeti – cemeti  Malakul Jahim

Tagged , , , ,

Bersegeralah

Dari untaian debu – debu Qadisiyyah
yang menjadi saksi mendidihnya
lembah sungai Al-Furat
yang digoreskan oleh tinta emas
70 veteran Badar..

Menggetarkan seluruh jazirah
Tertutup rapat dalam laci sejarah
Telah datang masa dimana hanya ada dua corak
dan blok – blok terbagi menjadi 2 kemah

Bersegeralah menuju gelanggang . .

Menuju arena sebelum petang
Sebelum mentari tergelincir dan ditutupnya perbatasan
pertanda tuntasnya perjanjian

Tagged , , ,

Celana Isbal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ” Kainnya seorang mu’min sampai otot betisnya, kemudian ke tengah betisnya kemudian sampai ke kedua mata kakinya, dan yang di bawahnya (di bawah mata kaki) maka dia di neraka.”

Assalamualaykum Ikhwah Fillah ..

Banyak hadist – hadist dari berbagai riwayat yang menyampaikan pentingnya memakai celana di atas mata kaki (untuk ikhwan) bahkan hadist tersebut mencapai derajat mutawatir.
Lalu bagaimana menyikapi fenomena di zaman ini dimana ikhwan – ikhwan yang celananya mengatung ditambah jenggot lebat yang bersarang di dagunya kemudian dihantam dengan berbagai stigma dan stereotip. Ada yang menyebutnya ekstrimis, teroris, atau lebih menghina lagi disebut dengan ‘onta arab’ . . Naudzubillah..

Yang menarik lagi adalah, mengupas hadist dari salah satu sahabat Nabi,

dari Ibnu Umar. Rasulullah SAW bersabda, لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ
Allah tidak memandang orang yang menyeret – nyeret pakaiannya dengan penuh kesombongan.
(H.R Bukhari)

Dari kalangan orang – orang moderat yang mengutamakan nalar daripada adab & sunnah, maka vonis ‘sombong’ yang tertera pada hadist tersebut akan menjadi kontekstual dan kultural. Apakah celana yang menyentuh tanah dapat dikatakan sombong, padahal orang tersebut rajin sedekah, orangnya santun, dll ??
Mereka mengatakan bahwa pada zaman itu, mungkin celana yang melebihi mata kaki dianggap sebagai budaya yang sombong.
Lalu apakah ada rincian lebih lanjut dari para sahabat mengenai kriteria sombong itu seperti ini atau seperti itu? sayangnya tidak ada.

Logika seperti ini sama saja dengan quote berikut: “Percuma saja berhijab tapi hati & kelakuannya tidak dihijab”. Padahal konteks syariat (zahir) dan hati (batin) adalah berbeda. zahir dapat dilihat oleh penilaian manusia sedangkan hati & niat hanya Allah lah yang tahu.

Begitulah islam sangat mengutamakan perkara syar’ie yang sampai saat ini tongkat estafet tersebut mampu di warisi oleh para pendahulu kita, para salafus shalih.
Jadi untuk masalah zahiriah, istilah ‘Don’t judge book by its cover’ sayangnya tidak berlaku untuk ummat muslim.
Stelah hujjah tegak ribuan tahun yang lalu, kita diwajibkan untuk menampakan keislaman kita kawan.

Ya anggaplah kita memiliki pendapat lain tentang isbal (celana dibawah mata kaki) maka berlaku adil lah bagi yang ber-cingkrang, jangan ledek & hina mereka yang berkhidmat kepada sunnah.
Itaqullah . . takutlah kepada Allah.. takutlah kepada ancaman yang di firmankan-Nya bagi yang gemar ber-istihza (mengolok – olok), Allah memberikan berita suram kepadanya:

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya, kamu selalu berolok-olok?”. [At Taubah:65]

لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. [At Taubah:66].

– huallahualam-

Tagged , , , , ,