Syair Islami

Syair Untuk Rohingya

Lautan jasad di tanah Burma
Tergeletak menganga luka prahara
Limbah-limbah nyawa
Program dekonstruksi
Mutilasi generasi..

Beribu mata membisu dibawah bius aksioma,
bahwa kesabaran setipis ketidakpedulian

Bahkan untuk meludahi biksu di negeri kami pun
kami belum berani
Atau untuk sekedar membicarakan pengumpulan financial
agar kami bermimpi dapat merakit
rudal balistik untuk diluncurkan ke atas kepala biadab rakhin
kami pun malas..

Itu pun baru sekedar bermimpi
Kita tidak bisa berbuat apa2..

Semoga ini hanya masalah waktu saja
Untuk kita mempersiapkan perbekalan
yang matang
Merajut ukhuwah, mendamaikan yang berseteru
Mendukung mereka yang
telah siap dibarisan terdepan

Dan kami akan selalu mengatakan
Heyy Tolol!..
Ini bukan konflik primordial atau
insiden kemanusiaan!
Ini adalah peperangan abadi
antara yang hak dan yang bhatil

Ini hanya masalah waktu saja
karena sang pemilik yang fana
dan yang astral tidak buta dan tuli
selama ada usaha dan fikir diantara ummat

Ini hanya masalah waktu saja
dimana mereka yang tua dan lambat
digantikan oleh kaum-kaum
yang tangkas berhati besi
Yang mencintai kematian sebagaimana
mereka mencintai kehidupan
Yang sanggup binasa
Asal akidah selamat..

Dari Bogor hingga Arakan
dari Marawi hingga Raqqah

Ini hanya masalah waktu saja..

Advertisements

Syair Islami

Sajak Badai Api

Masa kejatuhan  raja-raja bersimbah darah
Lewat hukuman cambuk buas cemeti langit
Membelah barisan yang zahir  dan yang majhul
Wanginya tercium hingga ke segala ufuk

Demi Dzat yang maha mengawasi
Demi utara, timur, barat, dan selatan

Inilah Manhaj Nubuwwah..

Sungguh tidak ada yang menegakkan Durus
kecuali ahlus sunnah
Tidaklah ada yg memberikan Taklim
kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang setia mengolah harta, pakaian, dan emas
selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menghaluskan qalbu lewat adab-ahlak
selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang meremukkan tengkorak tawaghit
kecuali ahlu sunnah

Yang dengannya keadilan memenuhi segala penjuru mata angin
Lalu telah berdusta lah mereka yang berhujjah tanpa istinbath
Yang condong dengan satu pendirian dan enggan bertasamuh

Sungguh ia telah berkata benar
bagi yang men-takfir dengan tashil dan men-tahzir dengan waqi
atau ia bertawaquf dan menahan lisannya
sementara disekelilingnya bergelimang syubhat muwalah lagi mumtani

Itulah yang menjadi pembeda
antara mukmin dan mujrim..

Yang berbuat ma’ruf pada karib kerabat
dan mendamaikan yang berseteru
Yang membedakan antara tegak hujjah dan faham hujjah

Tiadalah bersedih hati bagi yang menyeru kepada Al-Hanifiyah
selama ada yakfur bi thaghut seberat zarah

Reinkarnasi Milah Ibrahim lewat warisan Superstate
Sebuah mahakarya dari para penghafal Al-Anfal & At Taubah..

Menyambut Badai Api..
Menerjang Halilintar..

Mengukir prestasi

Syair Islami

Senandung Pembebasan

Pembebasan dari penjajahan manusia terhadap sesama manusia
Pembebasan dari sekat-sekat, ide-ide, budaya, suku-bangsa,
batas teritorial yang  bersumber dari buah pikir manusia

Seperti yang dilakukan para pendahulu kita

Dari warisan para ksatria
yang berangkat dari semangat yang sama

Dari cucu-cucu Diponegoro, Cut Nyak Dien,
hingga Abu Wardah

yang mereka mencintai tanah..
mencintai air..
tidak lebih dari mencintai dua kalimat syahadat

Syair Islami

Bukti Yang Nyata

Dan petir petir pun bertasbih
Lalu bersajak
Menyusun kata menjadi paragraf
menjadi narasi
dan menjelma menjadi belati

Tatkala kultur warisan menjadi laten
Dan kau justifikasi secara permanen
Tatkala argumentasi tak mampu membantah aksara
dan kaupun tersadar ada yang tak bisa diselesaikan
dengan lobi & secangkir kopi

Kita memang tidak sedang bersujud
pada Yaghuts & Ya`ûq atau Amon Ra & Paraoh
Namun berhala hari ini adalah berupa Ausan & Ansab
yang berwujud sihir pada mimbar-mimbar ‘leadership training’
Berupa gapura & tugu – tugu yg disakralkan
adat istiadat-karuhun yang dikitabkan
Pepatah para bandar dan priyai yg dikultuskan
Lantas menjadi pameo untuk
membangun tatanan tanpa nilai, tanpa aturan,
tanpa tuntunan diatas lembaran konstitusi
dari rahim rahib rahib pagan

Dan dilegitimasi melalui stasiun2 pemancar
berupa khutbah – khutbah palsu yg menjadikan
para pemirsanya menjadi murtad
Lalu menuding mereka yang di arena juang
dengan stempel sesat

Maka saksikanlah…
Musim gugur yg sedang bergilir
Gelombang hijrah yg bergemuruh
Riuh dan berbondong-bondong

Hingga kita akan saksikan
gedung gedung tinggi di Tokyo,
di White House, di Buckinghamp Palace
Akan memutarkan lagu nasyid ‘ummati qad laha fajrun’
tanpa mereka faham terjemahan nya

Inilah,
Bukti yang nyata
Bagi jiwa yang beriman