Tag Archives: syair islami

Militan Gadungan

Terdengar suara seperti serdadu
Ternyata bukan
Hanya lalu lalang para Bandar berjanji palsu

Terdengar suara seperti peluru
Ternyata bukan
Hanya amunisi kosong yang gagah dibalik baju

Kata mu rindu
Namun kau masih malu – malu
Kata mu pilu
Namun kau selalu berpaling dan berlalu

Tercium bau seperti mesiu
Ternyata bukan
Hanya proyektil kacangan berbahan terigu

Terdengar suara seperti meriam
Namun hakikatnya hanyalah Remuk redam

Matamu merah padam
Namun kebenaran terus kau pendam
Wajahmu kian lebam
Namun kau malah berbalik arah dan tenggelam

Oh wahai budak Istana..
Terbangunlah dari Ninabobo dan dongeng Cinderela-mu..

Advertisements
Tagged , , , , ,

Sajak Badai Api

Masa kejatuhan  raja-raja bersimbah darah
Lewat hukuman cambuk buas cemeti langit
Membelah barisan yang zahir  dan yang majhul
Wanginya tercium hingga ke segala ufuk.

Demi Dzat yang maha mengawasi
Demi utara, timur, barat, dan selatan.

Inilah Manhaj Nubuwwah..

Sungguh tidak ada yang menegakkan Durus kecuali ahlus sunnah
Tidaklah ada yg memberikan Taklim kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang setia mengolah harta, pakaian, dan emas selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menghaluskan qalbu lewat adab-ahlak selain ahlu sunnah
Tidak ada yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar kecuali ahlus sunnah
Tidak ada yang meremukkan tengkorak tawaghit kecuali ahlu sunnah

Yang dengannya keadilan memenuhi segala penjuru mata angin
Lalu telah berdusta lah mereka yang berhujjah tanpa istinbath
Yang condong dengan satu pendirian dan enggan bertasamuh

Sungguh ia telah berkata benar
bagi yang men-takfir dengan tashil dan men-tahzir dengan waqi
atau ia bertawaquf dan menahan lisannya
sementara disekelilingnya bergelimang syubhat muwalah lagi mumtani

Itulah yang menjadi pembeda
antara mukmin dan mujrim..

Yang berbuat ma’ruf pada karib kerabat
dan mendamaikan yang berseteru
Yang membedakan antara tegak hujjah dan faham hujjah

Tiadalah bersedih hati bagi yang menyeru kepada Al-Hanifiyah
selama ada yakfur bi thaghut seberat zarah

Reinkarnasi Milah Ibrahim lewat warisan Superstate..
Sebuah mahakarya dari para penghafal Al-Anfal & At Taubah..

Menyambut Badai Api..
Menerjang Halilintar..

Mengukir prestasi

Tagged , , , , ,

Pesan Matahari

Wajah wajah muram memandang nanar
ufuk cakrawala yang kian terik

Jikalau manusia tahu panasnya kemarau
hanya 0,000% dari panasnya cambuk cambuk api Zabaniyah.

Yang disabetkan dengan ganas
kepada jiwa jiwa yang buas
kepada para perusak akidah

Pesan Matahari kepada Bumi

Tagged , , , ,

Bersegeralah

Dari untaian debu – debu Qadisiyyah
yang menjadi saksi mendidihnya
lembah sungai Al-Furat
yang digoreskan oleh tinta emas
70 veteran Badar..

Menggetarkan seluruh jazirah
Tertutup rapat dalam laci sejarah
Telah datang masa dimana hanya ada dua corak
dan blok – blok terbagi menjadi 2 kemah

Bersegeralah menuju gelanggang . .

Menuju arena sebelum petang
Sebelum mentari tergelincir dan ditutupnya perbatasan
pertanda tuntasnya perjanjian

Tagged , , ,

Sabda Panji Hitam

Aku senandungkan sabda langit kepada bumi
Prihal tenggat waktu yang tersurat dalam sudut sakral perjanjian..

Aku senandungkan sabda langit kepada bumi.
Prihal panji hitam yang terbit di ufuk syam

Aku senandungkan sabda langit kepada bumi.
Tentang risalah yang sempat terkubur oleh sumpah serapah para filsuf

Tentang sel – sel atom yang bermetamorfosa dalam lingkaran kosmos
Terseok-seok membuka lembaran naskah
yang menjadi pembeda antara luth & gomorah
Antara Sykes-Picot dan Alfatih
Antara teori kebebasan pasar “the wealth of nation” sang arbab Adam Smith
dengan prinsip kebahagian “Al-Falah” yang paripurna

Dari pekik tauhid para kombatan yang berjumlah lusinan
menduduki kota – kota yang dijaga oleh ribuan algojo pagan

. . . Dintara gemericik mata air sungai al-furat . .

Diluar akal sehat..
Yang menjadi pertanda nostalgia itu datang kembali..

Tagged , , , , , ,