Syair Islami

Belantara Nusantara

Dimensi sihir para kaisar cendala
Senjakala peradaban agnostik
Modifikasi marhaen, humanis kultural
Lalu diklaim sebagai moralitas final
yang sakral

Orang-orang menua dalam kemacetan
Peluh keringat dari kelas proletar
Dipaksa sabar melayani syahwat
dibawah semen kapitalis global

Sementara penganten baru
uring-uringan di bilik kontrakan
Lantaran subsidi listrik dicabut
dan selera makan mereka tak
lagi pedas karena cabai jablay
naik drastis

Belum lagi kyai pada blingsatan
Prihal khutbahnya dicaplok ustadz-ustadz
kosmetik yang punya rating top on youtube
Pengajian dibubarkan, sunnah dibully,
Adu domba kaum tradisi vs wahabi

Allahul Musta’an..

Aku seperti sedang berada di
tengah belantara
Menanti para serdadu yang sanggup
memindahkan gunung

Aku seperti hidup di planet
yang dihuni para siluman
dimana kemuliaan perlahan sirna

Oo wahai pejuang-pejuang yang
masih bersembunyi dibalik tirai..
Semoga Allah menyatukan jiwa-jiwa
yang berserakan
Aamin.

Advertisements

Syair Islami

Gerbang Kemenangan
Telah dekat masa nya
Seorang ibu ramai membelikan khimar
untuk anak gadisnya yang baru saja haid

Lalu,
Seorang pria akan berjalan lebih kencang
menuju majelis ilmu,
lebih kencang dari kurir barang

Dan,
Meja-meja rapat umum pemegang saham pun
akan diselingi obrolan arbab dan thaghut
dari lisan para CEO mereka

Sungguh telah dekat masa nya
Muslim-muslim Patani, Gaza, Poso, Mindanau, Rohingnya,
Akan memungut pajak pada kaum kuffar
sehingga mereka dalam keadaan hina

Biidznillah..